Saturday, July 14, 2012

Pelajari Tingkatan Bisnismu


Kebanyakan orang nyaman dengan pekerjaan sekarang sehingga tidak ada keinginan untuk meningkatkan pekerjaan tersebut ke jenjang yang lebih tinggi. Bisa saja karena penghasilan sekarang dirasakan sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sekarang. Tetapi ada juga yang disebabkan karena tidak tau jenjang bisnis yang akan dilalui.

Sistem pendidikan di Indonesia sudah jelas SD-SMP-SMA-Kuliah kemudian kerja. Apakah perkejaan itu ada tingkatannya? jawabannya ada. Kali ini saya tidak membahas mengenai jenjang pekerjaan sebagai pegawai tetapi saya akan mengulas tetang tingkatan bisnis lebih tepatnya untuk wirausahawan. Apakah Anda sudah paham dengan tingkatan bisnis Anda sekarang? 

Semakin tinggi sebuah tingkatan maka akan semakin besar kemungkinan jatuh apabila tidak di dukung dengan pondasi yang kuat dan benar.

Mari kita belajar bersama. Kita kenal ada beberapa tipe perusahaan jasa-dagang-manufaktur. 
  • Perusahaan Jasa: perusahaan yang kegiatan operasionalnya dibidang jasa 
    • Penyaluran dana seperti bank, asuransi, dll.
    • Skill seperti doktor, reparasi, tukang cukur, dll.
  • Perusahaan Dagang: perusahaan yang kegiatan operasionalnya dibidang jual-beli barang dagang tanpa menambah value
    • membeli barang dagang kemudian menjual kembali seperti supermarket, pegadang kaki lima, dll
  • Perusahaan Manufaktur: perusahaan yang kegiatan operasionalnya mengolah input dengan menambah value untuk menghasilkan output.
    • perusahaan konveksi, rokok, catering, dll
Setelah mempelajari jenis-jenis perusahaan mari kita kenali tingkatan bisnis kita. Supaya lebih mudah saya akan memberikan tingkatan bisnis pada perusahaan makanan khususnya resto atau rumah makan. Kita mulai dari tingkatan paling awal dari perusahaan makanan adalah
  • Jualan makanan. Pada tahap ini diasumsikan kita baru bisa membuat satu jenis masakan. Kita belum berani untuk memasang iklan, baru berani menjualnya pada acara-acara tertentu misal arisan RT. Jadi makanan yang kita jual belum terlalu banyak hanya sekedar 'coba-coba'. Sebut saja Ayam Bakar Madu. Kemasan simpel dengan menggunakan mika plastik.
  • Menerima Pesanan. Setelah tetangga sudah tau bagaimana rasa Ayam Bakar buatan kita, kemungkinan ada satu atau dua orang yang tertarik untuk memesan Ayam Bakar kita untuk keperluan kantor atau acara keluarga.
  • Jualan di pinggir jalan. Selain menerima pesanan, sebaiknya kita mengikuti acara-acara yang ada. Berhubung sebentar lagi puasa, kita bisa coba jualan waktu menjelang buka puasa. Kalau tidak berani jualan tiap hari, bisa jualan pada hari-hari tertentu, misal pada waktu weekend. Sesuai dengan kemampuan Anda untuk berjualan.Ketika jualan di pinggir jalan sebaiknya berikan kartu nama atau selebaran untuk promosi kecil-kecilan. Kalau perlu bikin spanduk atau x-banner agar lebih menarik.
  • Warung Makan. Dengan berjualan di pinggir jalan, bisnis Anda akan semakin dikenal apalagi dengan ada promosi kecil-kecilan tadi. Inilah saatnya Anda membuka Warung Makan.Warung makan di sini bisa diartikan warung di pinggir jalan seperti warung pecel lele. Dengan modal yang tidak cukup besar tetapi omset bisa hampir sama dengan Rumah Makan. Variasi menu tentu juga sudah banyak, tapi pastikan bahwa Ayam Bakar Anda adalah menu paling special.
  • Buka Cabang Warung Makan. Karena biasanya warung pinggir jalan mempunyai keterbatasan tempat, Anda bisa membuka cabang di daerah lain untuk meratakan distribusi Ayam Bakar Anda. Tidak hanya daerah kota tapi bisa juga di daerah perbatasan. Pastikan kualitas rasa harus tetap sama agar konsumen tidak kecewa.
  • Rumah Makan. Setelah sukses mempunyai beberapa cabang, sebaiknya Anda bergerak untuk membuka Rumah Makan. Biasanya orang kalangan atas tidak mau makan di pinggir jalan karena takut kualitas makanan tidak baik. Dengan membuka Rumah Makan, mau tidak mau Anda harus terdaftar dalam depkes serta harus mempunyai ijin usaha. Faktor ini yang membuat kalangan orang kaya lebih memilih Rumah Makan dibanding Warung Pinggir Jalan.
  • Franchise. Ya Benar!! Sekarang jamannya Franchise. Biasanya karena keterbatasan modal, sulit untuk ekspansi ke luar kota. Selain butuh studi kelayakan bisnis, butuh waktu yang extra untuk memantau bisnis di luar kota. Dengan Franchise, Anda cukup mengirimkan bahan-bahan siap pakai dan SOP (Standar Operating Procedure) kepada penyewa Franchise. Pastikan Anda tetap menjaga kualitas bahan-bahan jika sudah memasuki tahap ini. Selain mendapat profit dari penyewa franchise, produk Anda semakin dikenal di daerah lain.
  • Franchise Lintas Negara. Jangan PESIMIS!!! KFC, McD, dan sejenisnya merupakan bentuk franchise. Ayam Goreng ga enak aja bisa masuk ke Indonesia, kenapa Anda tidak yakin produk Anda masuk ke negara lain? keunggulan KFC dan sejenisnya ada pada SOP. Mereka menjalankan SOP dengan disiplin. Jadi untuk menciptkan Franchise Lintas Negara sebaiknya Anda membuat konsep SOP dengan matang.
Itu tadi tingkatan bisnis makanan. Bagaimana dengan Anda? apakah Anda sudah mengetahui tingkatan bisnis Anda? Saatnya Anda mulai memikirkan bagaimana agar perusahaan Anda dapat mencapai posisi puncak dalam tingkatan bisnis

Saran dan Kritik siap saya tampung.
Jika ada pertanyaan, saya siap membantu Anda.
Selamat Berbisnis!!

No comments:

Post a Comment